Postpower Syndrome

15 07 2010

Kampus gua populasi arbituren dari Akademi Brawijaya IV termasuk 0%. Karena kalau bawa temen kesini, adanya gua nggak belajar. Karena Cuma sendirian, jadi lebih asik, bikin self-image baru.

Sayang, walaupun udah dua bulan libur-pas di kampus kadang masih mengalami postpower syndrome. Apaan tuh?? Kuis dangdut! Bego lu! Masak nggak ngerti? Makanya, sudahi menonton video Ariel Culun.. Postpower syndrome adalah sindrom kejiwaan seseorang di masa reses-sebelum masa reses berlangsung orang itu punya kedudukan yang aduhai. Saat masa reses, dia seolah kehilangan dirinya dan mulai membanggakan hal-hal yang pernah ia capai dulu ke orang-orang lain sampe orang-orang demek sambil mengumpat : it was, what you have done recently?

Setahun jadi perwira tinggi dan setahun berikutnya jadi oknum paling dihormati seluruh murid dari kelas satu sampe tiga bikin nagih. Suddenly I understand why Mr. Soeharto so addict sama kekuasaan.

Apaan bentuk postpower syndrome-nya? Kadang gua gak sengaja nyeritain kehidupan waktu SMA. Padahal janji gua saat mulai masuk dunia kuliah : leave high school all the rest. Alhasil suka kesel sendiri, buset, lagi-lagi postpower syndrome.

Gua harus menanggalkan, menyimpan rapi dalam lemari memorabilia tentang Pangudi Luhur yang telah memberi banyak dari yang diharapkan. It’s Paramadina, not Pangudi Luhur. Anyway.. dasar dulu sekolah cowok semua, kalau ketemu cewek gua jadi salah tingkah.. hahaha!!


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: