Over 180 Centimetres

3 10 2010

BramantyoAdiinWordpress?!, Jakarta (3/10) – Bokap adalah contoh Homo Indonesianensis yang luar binasa (baik secara morfologis dan psikologis). Terbukti dengan tinggi beliau saja sudah 185cm. Itu udah lebih dari tinggi SNI (165cm-pen).

Entry ini berawal saat Tyo bertandang ke HQ bokapnya buat mengambil buku referensi mata kuliah Psikologi Umum dan Pengantar Filsafat (maklum, si babeh jebolan prog.doktoral jaket koneng..jadi urusan buku filsafat gua gak usah pusing. Dengan konsekuensi nilai matkul ini harus A++ [mampusabis.com]). Buku referensi utama psikologi umum juga dihibahkan dari Om Aten (temennya bokap), kalau buku filsafat..sepertinya mungut di Cak Tarno Institute (kebiasaan bokap tuh, jangan ditiru).

Sekalian juga sharing mengenai kehidupan perkuliahan yang udah gua jalani selama dua minggu ini. Bokap kok girang amat ya? Padahal bukan bokap girang. Doi seneng kali gua bisa mengimplementasikan seluruh gemblengan doi selama empat tahun kemarin. Gila aja si bokap, zaman2 masih ijo jadi anggota Korps Brawijaya IV langsung dimatengin jadi mahasiswa. Sableng.

Cerita berlanjut saat tidak sengaja saya bertanya mengenai keadaan morfologi kami.

Tyo : Pak, tinggi bapak berapa sih? 187 cm ya?

Bapak : Ngaco kamu! Paling 185cm. Eh, sekarang aja bapak kalau berdiri disebelah kamu atau Andri (kakak gua) berasa pendek. Tapi kamu sama kakakmu lebih tinggi kamu pastinya (dan lebih bongsor..). Sama bapak saja mungkin beda 1cm

Tyo : Beh? 185 cm? *amaze*

***

Sebelumnya, saat mengikuti kelas Matrikulasi Bahasa Inggris di kampus. Tisy, gua, Hendy sempat membahas mengenai kenapa cewek lebih suka badan ramping, cowok suka badan tinggi. Sekonyong-konyongnya topik itu bermuara pada pribadi masing-masing. Disitu tidak sengaja gua membuat decak kagum teman-teman karena berkata : buset, gua sama bokap aja masih tinggian bokap. Awamnya hari ini anak sama ortu lebih tinggi anaknya kan? Nah.. gua masih in pursuit ngejar tinggi badan bokap gua.

Lantas (gua lupa entah Tisy entah Hendy) nanya : emang bokap lu tingginya berapa yo? Ha ha ha.. mana gua tau-pokoknya tinggi sekalee.. ya gua jawab aja asal : sekitar 187-189cm kali. Again, mereka cengo dan mendoakan : rajin berenang, main basket dan fitnes.. maka lu akan tambah tinggi.

Anyway kawan-kawan.. dua minggu sibuk beradaptasi dengan lingkunga psikologi membuat berat badan saya turun tiga kilo dari 93kg (pas selesai lebaran) ke 90kg (hari ini..setelah dua minggu jadi mahasiswa prodi psikologi). Dua minggu tiga kilo.. bujug! Oh.. bagi teman-teman pria yang ingin kurus dan sehat seperti saya. Masuk aja prodi psikologi.. pasti langsung singset.. Kaga’ pake obat pelangsing, kagak pake obat kimia sekalipun. ALAMI!

Sekianlah, nyokap udah pulang dari pasar. Mesti cepet2 balik buat isi ulang freon AC.

Adios

Bramantyo Adi

Future Military Psychologist-Post Traumatic Syndrome Disorder Expert for War Veterans and Disaster Victims

Future Military Observer and Counsellor for United Nations Peacekeeper Task Force


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: